Uncategorized

Pemkab Tubaba Percepat Kesiapan Operasional RSUD, Progres Pembangunan Capai 61,9 Persen

×

Pemkab Tubaba Percepat Kesiapan Operasional RSUD, Progres Pembangunan Capai 61,9 Persen

Sebarkan artikel ini

PANARAGAN — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tubaba agar dapat segera beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setelah pembangunan serta pengadaan sarana dan prasarana rampung.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Peran Pemerintah Daerah dalam Percepatan Pembangunan RSUD Tubaba sebagai Lokus PHTC Group 3, yang diikuti Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P., bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Direktur RSUD Tubaba secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (30/9/2026).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat RSUD Tubaba dan membahas berbagai aspek yang harus dipersiapkan pemerintah daerah agar pembangunan rumah sakit tidak berhenti pada penyelesaian fisik semata.

Kesiapan operasional RSUD mencakup sejumlah aspek, mulai dari sumber daya manusia (SDM), perizinan, alat kesehatan (alkes), tata kelola rumah sakit, hingga berbagai persyaratan operasional sesuai ketentuan Rumah Sakit Tipe C.

Perwakilan Deputi Polhukam PMK, Teguh Permana, menyampaikan pentingnya penguatan dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan dan kesiapan RSUD Tubaba.

Dukungan tersebut, kata dia, perlu dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga keberlanjutan rumah sakit memiliki dasar perencanaan dan penganggaran yang jelas.

Dalam rapat juga dibahas kesiapan pengelolaan RSUD dengan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pemerintah daerah dinilai perlu memperhitungkan kemampuan pendapatan rumah sakit agar keberlangsungan pelayanan tidak sepenuhnya bergantung pada pembiayaan dari pemerintah daerah.

Kemampuan pendapatan rumah sakit menjadi salah satu aspek penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan sarana, operasional, serta keberlanjutan pelayanan setelah RSUD mulai beroperasi.

Sementara itu, Basuki Haryono dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan sejumlah hal yang perlu segera dipersiapkan Pemkab Tubaba dalam mendukung percepatan operasional RSUD.

Di antaranya dukungan administrasi dan perizinan, penyediaan SDM, peningkatan pembiayaan operasional, serta kesiapan sumber daya pendukung lainnya, termasuk kebutuhan daya listrik (power) untuk menunjang operasional rumah sakit.

Dalam rapat tersebut juga ditekankan pentingnya memastikan seluruh persyaratan operasional dipersiapkan secara paralel dengan pembangunan fisik.

“Jangan sampai setelah pembangunan selesai, pengiriman dan uji fungsi alat selesai, rumah sakit belum dapat beroperasi karena terkendala SOTK, perizinan, akreditasi, kredensialing BPJS maupun kesiapan SDM,” demikian salah satu poin yang mengemuka dalam rapat.

Pemkab Tubaba juga diarahkan mulai menyiapkan berbagai persyaratan operasional dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk penyesuaian penyelenggaraan rumah sakit berdasarkan Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 serta kebijakan terkait Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Rumah Sakit Tipe C.

Progres Pembangunan Capai 61,9 Persen

Berdasarkan progres yang disampaikan Direktur RSUD Tubaba, dr. Pram, pembangunan RSUD Tubaba saat ini telah mencapai 61,9 persen.

Progres tersebut diperkirakan kembali meningkat hingga sekitar 70 persen pada minggu ini, seiring berlanjutnya pekerjaan pembangunan di lapangan.

Usai mengikuti rapat koordinasi secara daring, Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P., bersama jajaran terkait kemudian meninjau langsung progres pembangunan RSUD Tubaba.

Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan secara langsung sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, pemerintah daerah kini tidak hanya dituntut menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan aspek SDM, perizinan, alkes, tata kelola, pembiayaan, hingga kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat dipersiapkan tepat waktu.

Langkah tersebut menjadi bagian penting agar ketika pembangunan dan pengadaan sarana-prasarana selesai, RSUD Tubaba dapat langsung memasuki tahapan operasional dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *