Uncategorized

Pemkab Tubaba Dorong Pengelolaan TWA Rawa Kandis Selaras dengan Konservasi dan Pariwisata

×

Pemkab Tubaba Dorong Pengelolaan TWA Rawa Kandis Selaras dengan Konservasi dan Pariwisata

Sebarkan artikel ini

PANARAGAN — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendorong pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Rawa Kandis dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga fungsi konservasi sekaligus membuka peluang pengembangan wisata edukasi dan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Konsultasi Publik Dokumen Blok Pengelolaan dan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) TWA Rawa Kandis periode 2026–2035, yang digelar di Ruang Rapat Asisten II, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tokoh masyarakat, serta Kepala Tiyuh Pagar Dewa dan Bujung Dewa.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Tubaba, Untung Budiono, S.Sos., M.H., mengatakan Pemkab Tubaba mendukung keberadaan kawasan konservasi seluas 1.373,67 hektare tersebut.

Menurutnya, konsultasi publik menjadi ruang penting untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menyempurnakan dokumen pengelolaan TWA Rawa Kandis agar sejalan dengan prioritas pembangunan daerah maupun nasional.

“Kami mendukung sepenuhnya keberadaan kawasan konservasi seluas 1.373,67 hektare ini dan pelaksanaan konsultasi publik pada hari ini. Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan masukan yang konstruktif agar rancangan pengelolaan Taman Wisata Alam Rawa Kandis dapat menjadi dokumen terbaik, sekaligus selaras dengan prioritas program nasional dan prioritas pembangunan Kabupaten Tubaba,” ujar Untung.

Ia menilai keberadaan kawasan konservasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari sektor pariwisata daerah. Namun, pengembangan itu harus tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem dan fungsi utama kawasan.

“Keberadaan lahan konservasi ini menjadi keberkahan bagi Tubaba. Kami berharap ke depan tercipta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, sehingga kawasan TWA Rawa Kandis dapat mendukung pengembangan pariwisata sebagai lokomotif perekonomian daerah dan masyarakat, tanpa mengganggu fungsi konservasinya,” katanya.

Dalam konsultasi publik tersebut, Ari Rakatama, S.P., M.I.L., M.Sc., Ph.D., selaku Tim Kerja Penyusunan Dokumen Rancangan Blok Pengelolaan dan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Periode 2026–2035 TWA Rawa Kandis, memaparkan arah pengelolaan kawasan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara konservasi, wisata, edukasi, dan kolaborasi.

“Secara logika pengelolaan, kami pertama akan melakukan pemulihan rawa dan menjaga konsistensinya untuk melindungi satwa yang ada di dalamnya. Kemudian membangun pengalaman melalui wisata, edukasi, dan konservasi, dan pada akhirnya memperkuat tata kelola serta kolaborasi bersama semua pihak,” jelas Ari.

Ia mengatakan, pengelolaan TWA Rawa Kandis diarahkan untuk mempertahankan fungsi ekosistem rawa sekaligus menjaga populasi burung air prioritas, khususnya Bangau Bluwok dan Bangau Tongtong.

Selain aspek konservasi, kawasan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisata berbasis edukasi dan konservasi.

Ari menegaskan, keberadaan masyarakat di sekitar kawasan juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rencana pengelolaan. Aktivitas masyarakat akan diakomodasi melalui peluang kemitraan konservasi dengan tetap menempatkan perlindungan ekosistem sebagai prioritas.

“Aktivitas masyarakat perlu diakomodasi dan dihormati melalui peluang kemitraan konservasi. Masyarakat tetap dapat beraktivitas dan bermitra, namun perlindungan serta konservasi ekosistem kawasan tetap diprioritaskan agar tidak merusak alam,” ujarnya.

Dalam rancangan pengelolaan periode 2026–2035, TWA Rawa Kandis diarahkan memiliki visi sebagai tujuan wisata edukasi berbasis ekosistem rawa yang mendukung pelestarian burung Bangau Bluwok dan Bangau Tongtong di Provinsi Lampung.

Sementara itu, misi pengelolaan meliputi perlindungan, pemeliharaan dan pemulihan ekosistem rawa; pelestarian keanekaragaman hayati, khususnya burung air prioritas; pengembangan wisata alam berbasis edukasi dan konservasi; serta penguatan tata kelola dan kolaborasi bersama masyarakat, Pemkab Tubaba, mitra kerja, dan pihak swasta.

Konsultasi publik tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menyatukan kepentingan konservasi, perlindungan keanekaragaman hayati, pengembangan wisata edukasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam satu kerangka pengelolaan TWA Rawa Kandis yang berkelanjutan.

Dengan demikian, potensi kawasan dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan konservasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *