Lampung Timur

Bocah 4 Tahun di Lampung Timur Alami Luka Bakar 70 Persen Akibat Tumpahan Santan Mendidih, Keluarga Harapkan Uluran Tangan

×

Bocah 4 Tahun di Lampung Timur Alami Luka Bakar 70 Persen Akibat Tumpahan Santan Mendidih, Keluarga Harapkan Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini

Lampung Timur – Duka mendalam menyelimuti keluarga kecil di Desa Tulung Pasik, Kecamatan Matarambaru, Kabupaten Lampung Timur. Seorang bocah perempuan berusia empat tahun bernama Unfa harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami luka bakar serius akibat tersiram santan kelapa yang sedang mendidih.

Peristiwa tragis yang terjadi saat ia bermain di sekitar dapur itu kini menyisakan perjuangan panjang bagi korban dan keluarganya.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin, 25 Mei 2026. Saat itu, Novi, bibi korban, tengah memasak santan kelapa untuk membuat kue menggunakan tungku kayu bakar di rumahnya.

Di waktu yang sama, Unfa bermain bersama sepupunya di sekitar area dapur. Tanpa disadari orang dewasa yang sedang sibuk bekerja, bocah kecil itu tersandung tumpukan kayu bakar yang berada di dekat tungku.

Benturan tersebut menyebabkan kayu menyenggol panci besar berisi santan yang sedang mendidih. Dalam hitungan detik, panci miring dan santan panas tumpah mengenai tubuh Unfa yang terjatuh tepat di bawah perapian.

“Kayu itu lalu menyenggol panci di atas tungku dan santan panas itu tumpah mengenai tubuh korban yang jatuh tepat di bawah tungku,” ujar Maysaroh, warga setempat, Sabtu (30/5/2026).

Akibat kejadian itu, Unfa mengalami luka bakar serius pada bagian punggung hingga kedua kaki. Luka yang dideritanya disebut mencapai sekitar 70 persen dari permukaan tubuh, sehingga memerlukan penanganan medis intensif.

Keluarga yang panik segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun karena kondisi luka yang cukup parah, tenaga medis memutuskan untuk merujuk Unfa ke Rumah Sakit Abdul Muluk di Bandar Lampung guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sudah lebih dari sepekan bocah tersebut menjalani perawatan di rumah sakit. Selain harus menahan rasa sakit akibat luka bakar yang luas, Unfa juga dipersiapkan untuk menjalani serangkaian tindakan medis, termasuk kemungkinan operasi guna membantu proses pemulihan jaringan kulit yang rusak.

Di balik musibah yang menimpa Unfa, tersimpan kisah perjuangan keluarga sederhana. Ia merupakan putri pasangan Leman dan Mulyanah, warga Desa Tulung Pasik. Kedua orang tuanya merupakan penyandang tuna rungu yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Kondisi tersebut membuat beban keluarga semakin berat. Selain harus mendampingi proses pengobatan sang buah hati, mereka juga dihadapkan pada kebutuhan biaya perawatan yang tidak sedikit.

Harapan kini tertuju kepada para dermawan dan masyarakat yang memiliki kepedulian untuk membantu proses penyembuhan Unfa. Keluarga berharap dukungan yang diberikan dapat meringankan beban pengobatan sekaligus menjadi semangat bagi korban untuk terus berjuang menuju kesembuhan.

Di balik balutan perban yang menutupi tubuh kecilnya, tersimpan harapan besar agar Unfa dapat kembali sehat, bermain bersama teman-temannya, dan menikmati masa kanak-kanak seperti anak-anak seusianya.

Bagi masyarakat yang ingin membantu biaya pengobatan dan pemulihan Unfa, bantuan dapat disalurkan langsung kepada keluarga atau melalui rekening yang telah disediakan keluarga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *