BANDAR LAMPUNG — Kabar duka kembali menyelimuti peristiwa banjir bandang di kawasan Taman Wisata Wira Garden. Dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, Bunga dan Fatma, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi (02/04/2026).
Korban Bunga ditemukan lebih dahulu oleh warga di kawasan Pulau Pasaran. Tak berselang lama, korban lainnya, Fatma, ditemukan di wilayah Kota Karang. Penemuan tersebut menjadi akhir dari proses pencarian intensif yang dilakukan sejak Rabu (01/04/2026).
Peristiwa ini langsung menuai reaksi keras dari kalangan aktivis dan praktisi hukum. Pendiri BALAK sekaligus praktisi hukum Yuridhis Mahendra menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian serius pihak pengelola wisata.
“Peristiwa ini menambah daftar panjang korban akibat banjir bandang di lokasi tersebut. Ini bukan semata faktor alam, tetapi juga menyangkut standar keamanan yang diduga diabaikan,” tegas pria yang akrab disapa Idris Abung.
Menurutnya, terdapat sejumlah indikator lemahnya sistem pengamanan di lokasi wisata tersebut, di antaranya tidak adanya peringatan memadai terkait potensi banjir bandang, minimnya penyediaan alat keselamatan seperti pelampung, serta tidak terlihat adanya tim pengawas di area aliran sungai.
Ia menegaskan bahwa pengelola tidak bisa sepenuhnya menyalahkan faktor alam, terlebih pengunjung dikenakan biaya tiket masuk.
“Kalau sudah menarik biaya dari pengunjung, maka keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan hanya membuka lokasi wisata tanpa standar keamanan yang jelas,” ujarnya.
Atas dasar itu, BALAK bersama Peradi Profesional menyatakan akan menempuh langkah hukum, baik melalui gugatan perdata (class action) maupun jalur pidana.
Selain itu, mereka juga berencana menyurati instansi terkait untuk meminta pencabutan izin operasional serta penutupan sementara lokasi wisata tersebut.
“Ini soal nyawa. Kami akan dorong penutupan operasional sampai ada evaluasi total terhadap sistem keamanan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika tidak ditangani serius, kejadian serupa berpotensi terulang di lokasi wisata alam lainnya di Lampung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Taman Wisata Wira Garden belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. (Red)












