JAKARTA — Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Suntana, di Ruang Rapat Wakil Menteri Perhubungan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sarana dan prasarana transportasi, keselamatan lalu lintas, hingga pengembangan potensi transportasi sungai sebagai bagian dari sektor pariwisata di Kabupaten Tubaba.
Dalam audiensi itu, Bupati Novriwan Jaya didampingi Kapolres Tubaba AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., dan Kepala Dinas Perhubungan Tubaba Ahmad Zulkifly, S.Sos., M.T.
Bupati Novriwan menyampaikan, meskipun Tubaba merupakan daerah yang relatif baru, aktivitas masyarakat terus berkembang. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap peningkatan volume kendaraan, terutama saat periode libur panjang dan Tahun Baru.
Karena itu, menurutnya, diperlukan penguatan manajemen transportasi sekaligus fasilitas keselamatan lalu lintas untuk menunjang mobilitas masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tubaba terus berupaya menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib dan mendukung mobilitas masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat kami harapkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi di daerah,” ujar Novriwan.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Tubaba mengusulkan sejumlah dukungan kepada Kementerian Perhubungan. Di antaranya enam unit bus sekolah, skylift untuk mendukung pemeliharaan dan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), perlengkapan keselamatan lalu lintas, serta dukungan PJU bagi sejumlah wilayah yang masih memiliki keterbatasan penerangan.
Pengadaan bus sekolah dinilai penting untuk memperluas akses transportasi bagi pelajar sekaligus mengurangi penggunaan sepeda motor oleh anak sekolah.
Sebelumnya, Pemkab Tubaba telah menerima hibah satu unit bus sekolah dari Kementerian Perhubungan pada Februari 2026.
Dorong Transportasi Sungai Jadi Potensi Wisata
Selain transportasi darat, Pemkab Tubaba turut mendorong pengembangan transportasi sungai yang terintegrasi dengan wisata susur sungai.
Tubaba memiliki dua sungai besar yang masih dimanfaatkan masyarakat, yakni Sungai Tulang Bawang dan Sungai Way Kiri. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai alternatif transportasi sekaligus daya tarik wisata daerah.
Salah satu dukungan yang diusulkan Pemkab Tubaba adalah pembangunan halte sungai. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata susur sungai yang mendapat respons positif dari masyarakat Tubaba maupun masyarakat luar daerah.
Namun, pelaksanaan program tersebut pada 2026 terkendala kebijakan efisiensi anggaran. Pemkab Tubaba berharap program pembangunan halte sungai dapat kembali diusulkan dan diakomodasi pada tahun anggaran 2027.
Menanggapi usulan tersebut, jajaran Kementerian Perhubungan menjelaskan bahwa saat ini tengah berlangsung proses perubahan kewenangan penyelenggaraan Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) dari lingkup perhubungan darat ke perhubungan laut.
Untuk pembangunan halte sungai di Tubaba, diperlukan koordinasi lebih lanjut agar anggaran yang sebelumnya berada pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dapat dialihkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Dengan demikian, program pembangunan halte sungai tetap memiliki peluang untuk diakomodasi sesuai kewenangan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.
Fasilitas Jalan Nasional dan Bantuan Bus Sekolah
Dalam audiensi tersebut, Kementerian Perhubungan juga menyampaikan bahwa pemenuhan fasilitas perlengkapan jalan pada ruas jalan nasional di Provinsi Lampung dilakukan secara bertahap.
Pada periode 2021–2026, sejumlah fasilitas perlengkapan jalan telah dipenuhi di wilayah Tubaba. Termasuk pemasangan beberapa perlengkapan jalan pada 2024 di ruas menuju Objek Wisata Lasengok dan Taman Kura-Kura.
Sementara terkait usulan enam unit bus sekolah, Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa bantuan bus sekolah secara nasional pada 2026 masih terbatas, yakni sebanyak 100 unit yang dialokasikan kepada kabupaten/kota.
Untuk kebutuhan skylift, pengadaan peralatan tersebut berada pada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Pemkab Tubaba dapat berkoordinasi dengan BPTD Provinsi Lampung apabila terdapat kebutuhan pemeliharaan atau perbaikan PJU yang memerlukan penggunaan skylift.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Tubaba memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan konektivitas dan keselamatan transportasi, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi transportasi sungai sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah.












