LAMPUNG BARAT – Warga Pemangku Seluangan, Desa Kayu Are, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, digegerkan dengan temuan jejak yang diduga milik harimau sumatera berukuran sangat besar. Temuan ini diunggah warga bernama Yoga Sugama melalui akun Facebook pribadinya, Kamis (14/8/2025).
Dalam unggahannya, Yoga membagikan foto telapak kaki harimau yang membekas jelas di lumpur basah. Bentuk dan ukurannya mencolok hingga memancing banyak komentar dari warganet.
“Ukuran jejak ini dua kali lebih besar daripada sepatu boot yang saya pakai,” tulis Yoga di keterangan fotonya.
Yoga mengaku terkejut sekaligus waswas dengan temuan tersebut. Ia bahkan mengaitkannya dengan kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah Suoh.
“Inilah jejak harimau, yang kemarin orang bilang sama dengan di Suoh. Di sana katanya sudah ditangkap dua, tapi tetap saja memakan korban,” tulisnya lagi.
Menurut Yoga, jejak yang ia temukan kali ini adalah yang terbesar yang pernah ia lihat.
“Jejak ini sangat besar, ukurannya setara dua sepatu dewasa nomor 43,” tambahnya.
Unggahan tersebut langsung menuai reaksi. Banyak warganet mengaku khawatir dan berharap pihak berwenang segera bertindak.
“Ya Allah, sampai segede gitu tapaknya,” tulis akun Facebook bernama Zhanks di kolom komentar.
Sejumlah warga meminta agar pemerintah segera melakukan pengecekan di lapangan dan mengantisipasi kemungkinan ancaman terhadap keselamatan warga, terutama petani yang beraktivitas di kebun.
Saat dikonfirmasi, Camat Bandar Negeri Suoh, Mat Rizal, mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari awak media.
“Mohon maaf, saya baru tahu dari Abang. Sampai saat ini saya belum mendapat laporan baik dari peratin maupun pemangku setempat. Kalau memang benar adanya, tentu kita akan segera koordinasi dengan pihak terkait seperti BKSDA, TNBBS, dan aparat kepolisian,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/8/2025).
Mat Rizal menegaskan, sebagai aparatur, pihaknya hanya bisa menghimbau warga untuk selalu waspada dan tidak beraktivitas sendirian di kebun.
“Silakan kalau mau ke kebun, tapi harus berombongan minimal tiga sampai lima orang. Jangan sampai bepergian sendiri-sendiri,” imbaunya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung terkait penemuan jejak tersebut.
Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penyisiran dan pemasangan peringatan di titik-titik rawan agar kejadian serangan harimau tidak terulang. (Arya/fai)











