Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat kembali memberangkatkan jamaah umroh secara gratis melalui program tahunan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Senin (04/08/2025).
Sebanyak 40 jamaah resmi dilepas dari pelataran Masjid Baitul Makmur Islamic Center Sekuting Terpadu oleh Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin. Tampak hadir Sekretaris Daerah Nukman, Kabag Kesra Bambang Hermanto, tokoh agama, serta jajaran pejabat Pemkab lainnya.
Suasana pelepasan berlangsung khidmat, disertai haru dari para keluarga jamaah yang turut mengantar.
Mad Hasnurin menyampaikan bahwa program umroh gratis ini adalah bentuk apresiasi Pemkab terhadap warga yang dinilai berjasa dalam pembangunan sosial dan keagamaan.
“Ini bukan hanya bentuk bantuan, tapi penghargaan kepada mereka yang telah mengabdi dan berkontribusi di masyarakat,” ujar Hasnurin.
Tahun ini, jumlah jamaah mengalami penurunan dibandingkan 2024, tahun lalu, total 63 jamaah diberangkatkan, terdiri dari 40 dari APBD murni dan 23 dari APBD Perubahan.
Sementara tahun ini, hanya 40 jamaah dengan pembiayaan murni dari APBD 2025.
Pemkab menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,4 miliar, dengan masing-masing jamaah menerima Rp35 juta. Dana tersebut mencakup biaya perjalanan, akomodasi, visa, dan fasilitas ibadah lainnya.
Untuk penyelenggara perjalanan, Pemkab menggandeng PT Kaisa Rossie, biro travel asal Semarang, yang dipilih melalui sistem e-katalog sesuai aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kami pastikan penyedia travel memenuhi standar teknis dan administratif yang ditetapkan,” jelas Kabag Kesra Bambang Hermanto.
Seleksi peserta dilakukan melalui sistem rekomendasi tertutup dari berbagai unsur seperti tokoh agama, tokoh adat, guru ngaji, hingga tokoh perempuan. Meski tidak terbuka, Pemkab mengklaim proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan.
“Mereka yang terpilih adalah yang dianggap layak secara moral dan sosial untuk menerima apresiasi ini,” tambah Bambang.
Program umroh gratis ini merupakan bagian dari upaya Pemkab meningkatkan keimanan masyarakat. Namun demikian, sejumlah kalangan mempertanyakan efektivitas program tersebut.
Pasalnya, mekanisme seleksi yang tidak terbuka dinilai berpotensi tidak menyentuh masyarakat paling membutuhkan, seperti fakir miskin atau lansia yang belum pernah ke Tanah Suci.
“Kami akan lakukan evaluasi rutin untuk memastikan program ini tepat sasaran dan berdampak nyata,” ucap Bambang.
Total keberangkatan kali ini mencapai 53 jamaah, terdiri dari 40 dibiayai Pemkab dan 13 jamaah mandiri. Di antara mereka, terdapat nama Arrumaisya, siswi 13 tahun asal SMPQ Darul Fattah Natar, Lampung Selatan, yang menjadi peserta termuda.
Arrumaisya mendapat hadiah umroh gratis setelah berhasil menghafal 10 juz Al-Qur’an. Ia sebelumnya merupakan alumni SD IT Smart Qur’ani, dan berhasil menyelesaikan tantangan dari Nukman (saat itu Pj Bupati) untuk menghafal tambahan 2 juz dalam setahun.
“Ini menjadi bukti bahwa penghargaan diberikan atas prestasi, dan semoga bisa jadi motivasi bagi anak-anak lain,” tutur Anis, orang tua Arrumaisya.
Mad Hasnurin juga berpesan agar jamaah menjaga kebersamaan selama perjalanan, serta memanfaatkan waktu dengan beribadah secara khusyuk.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan ke Tanah Suci. Doakan Lampung Barat agar senantiasa aman, tentram, dan makmur,” tutupnya. (Arya/fai)











